Jumat, 23 September 2011

The four tigers of global e business infrastructure: Strategis and implications for emerging economies


The four tigers of global e business infrastructure: Strategis and implications for emerging economies

Statistik menunjukkan bahwa Amerika Serikat adalah pemimpin di semua lini bisnis, namun dalam daerah georafis yang berbeda beberapa negara lain muncul sebagai pemimpin dalam bisnis infrastruktur pembangunan seperti: Singapura,India,Irlaandia dan Finlandia.
Singapura sendiri membangun keahlian dalam operasi logistik di wilayah Asia dan Perdagangan, Finlandia menghasilkan Inovasi Teknologi,Nirkabel, Manufaktur dan Mengekspor produk Teknologi berbasis Informasi,Irlandia memproduksi Hardware dan Sofware komputer untuk di Ekspor,India mengkhususkan diri dalam pengembangan perangkat lunak dan kustum. 

Artikel ini menjelaskan model Infrastruktur khusus bisnis di dalam memimpin dan di bedakan berdasarkan pada mereka sendiri dan modal manusia dengan persyaratan: Aliansi Aspek,Aspek Budaya dan Lingkungan Kelembagaan serta menganalisis masing-masing model sebagai Konfigurasi kegiatan untuk menciptakan keunggulan kompetitif dalam Bisnis Infrastruktur.

Ke-empat negara macam ini dipiih karena mereka relatif awal dalam mengembangkan kemampuan e-bisnis, Oleh karena itu mereka mendapatkan posisi kepemimpinan dan visibility yang tinggi.

FINLANDIA
Di finlandia ponsel dan jaringan menjadi infrastruktur utama.Kesuksesan Nokia dan munculnya finlandia sebagai negara yang canggih dalam informasi.Jaringan finlandia termasuk perusahaan universitas dan pemerintah di perbolehkan untuk fokus terhadap peningkatan kemampuan negara sehinga menimbulkan strategi dalam teknologi komunikasi.

INDIA
Perusahaan jasa TI di india menghadapi persaingan dari produsen perangkatlunak yang berharga murah selain itu india membentuk jaringan di luar negeri untuk membantu mendapatkan askes dan pengetahuan ke pasar Amerika dan Eropa.

IRLANDIA
Irlandia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di Eropa dan merupakan ekportir perangkat lunak terbesar ke dua di dunia.Irlandia menunjukkan bahwa srategi infrasruktur e-bisnis nasioanal membutuhkan penentuan investasi yang memanfaatkan pada kekuatan nasioanal.Kekuatan tenaga kerja Irlandia dan budaya yang unik memungkinkan untuk memfokuskan pada industri perangkat lunak.

SINGAPURA
Singapura adalah negara terbaik di dunia melakukan bisnis dan mendapatkan perangkat teratas dalam daya saing dan penyediaan lingkungan yang beresiko rendah untuk investasi.Singapura mendapatkan posisi memimpin sebagai pusat perdagangan.Peran penting pemerintah Singapura dalam perencanaan pembangunan sumber daya mefokuskan terhadap tujuan tertentu.

SMEINDONESIA: PENGEMBANGAN KEUANGAN MIKRO DAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN


SMEINDONESIA: PENGEMBANGAN KEUANGAN MIKRO DAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN

       Dalam jangka panjang, kelangkaan modal bisa menjadi entry point terjadinya siklus rantai kemiskinan pada masyarakat petani/pedesaan yang sulit untuk diputus. Menurut BPS, jumlah penduduk miskin pada tahun 2004 mencapai 36,1 juta orang, dan sebanyak 21,3 juta (58,8%) di antaranya bekerja di sektor pertanian. Lemahnya permodalan pelaku ekonomi di pedesaan telah disadari oleh pemerintah dan akhirnya terdorong untuk meluncurkan beberapa kredit program yang ditujukan kepada petani dan pengusaha kecil dan mikro sejak Repelita I. Dimulai dengan kredit Bimas pada tahun 1972, kemudian menyusul kredit program lainnya seperti Kredit Investasi Kecil (KIK), Kredit Modal Kerja Permanen (KMKP), Proyek Peningkatan Pendapatan Petani/Nelayan Kecil (P4K), Kredit Usaha Tani (KUT) dan sampai saat ini masih berlangsung Kredit Ketahanan Pangan (KKP).
      Sehingga Keuangan mikro dapat menjadi faktor kritikal dalam usaha penanggulangan kemiskinan yang efektif. Peningkatan akses dan pengadaan sarana penyimpanan, pembiayaan dan asuransi yang efisien dapat membangun keberdayaan kelompok miskin dan peluang mereka untuk keluar dari kemiskinan, melalui :
> tingkat konsumsi yang lebih pasti dan tidak befluktuasi,
> mengelola resiko dengan lebih baik, 
> secara bertahap memiliki kesempatan untuk membangun aset,
> mengembangkan kegiatan usaha mikronya,
> menguatkan kapasistas perolehan pendapatannya, dan dapat merasakan tingkat hidup yang lebih baik.
      Tanpa akses yang tetap pada lembaga keuangan (mikro), hampir seluruh rumah tangga miskin akan bergantung pada kemampuan pembiayaannya sendiri (yang sangat-sangat terbatas) atau pada kelembagaan keuangan informal (rentenir, tengkulak, pelepas uang) yang membatasi kemampuan kelompok miskin berpartisipasi dan mendapat manfaat dari peluang pembangunan. Secara khusus keuangan mikro juga dapat menjadi jalan yang efektif dalam membantu dan memberdayakan perempuan, yang menjadi bagian terbesar dari masyarakat miskin sekaligus juga memiliki potensi dan peran besar untuk meningkatkan ekonomi keluarga jika mendapat kesempatan.
    Sampai saat ini, pelayanan keuangan mikro dianggap sebagai salah satu strategi kunci dalam penanggulangan kemiskinan, dan manfaat pelayanan keuangan mikro dalam meningkatkan taraf kehidupan masyarakat miskin telah banyak diungkapkan oleh studi di berbagai negara. Namun masyarakat miskin bukanlah komunitas yang homogen, dan strategi serta bentuk pelayanan keuangan mikro terus menerus berkembang sejalan dengan perkembangan pemikiran dan pemahaman mengenai masyarakat miskin (Matin, Hulme dan Rutherford, 4).
        Pada masa pemberian kredit pertanian bersubsidi (1950-an – 1970-an), masyarakat miskin dipandang sebagai petani kecil yang tersisihkan dengan fokus perhatian pada laki-laki sebagai pencari nafkah utama. Oleh karenanya, dianggap perlu untuk meningkatkan produktivitas mereka melalui pemberian kredit. Pada era 1980-an masyarakat miskin lebih banyak dipandang sebagai pengusaha mikro, umumnya perempuan, yang tidak memiliki aset untuk dijadikan jaminan walaupun usahanya mempunyai prospek untuk berkembang. Berdasarkan pemahaman ini dikembangkan upaya-upaya lembaga non-pemerintah untuk menyediakan kredit mikro, khususnya bagi perempuan. Peralihan dari kredit bersubsidi ke kredit tanpa subsidi ini juga dilatarbelakangi oleh argumen bahwa masyarakat miskin sebenarnya tidak membutuhkan subsidi bunga pinjaman, tetapi mereka lebih membutuhkan akses terhadap kredit.

Kegiatan
Keuangan Mikro
Hasil Yang Diperoleh
Dampak pada Kemiskinan
Tabungan/
Simpanan
ú  Peningkatan simpanan
ú  Pendapatan dari simpanan
ú  Peningkatan kapasitas investasi
ú  Kapasitas menggunakan teknologi lebih baik
ú  Memungkinkan pola konsumsi yang lebih pasti
ú  Meningkatkan kemampuan menghadapi gejolak eksternal
ú  Mengurangi kebutuhan meminjam dari rentenir dengan bunga tinggi
ú  Kemampuan membeli aset produktif
ú  Mengurangi tekanan untuk menjual aset
ú  Mengurangi kerentanan rumah tangga terhadap
ú  resiko dan goncangan eksternal
ú  Penurunan kerawanan konsumsi keluarga
ú  Peningkatan pendapatan
ú  Pengurangan keparahan (severity) kemiskinan
ú  Pemberdayaan
ú  Pengurangan pengucilan sosial
Pinjaman
ú  Dapat memanfaatkan peluang
investasi yang lebih menguntungkan
ú  Memungkinkan adopsi teknologi
yang lebih baik
ú  Kemungkinan perluasan kegiatan
usaha mikro
ú  Diversifikasi kegiatan ekonomi
ú  Memungkinkan pola konsumsi yang
lebih pasti
ú  Menyediakan ruang bagi
pengambilan resiko
ú  Mengurangi ketergantungan pada
sumber dana eksternal yang mahal
ú  Meningkatkan ketahanan terhadap goncangan eksternal
ú  Memperbaiki tingkat keuntungan investasi
ú  Mengurangi tekanan untuk menjual aset
ú  Peningkatan pendapatan Meningkatan keragaman sumber pendapatan
ú  Mengurangi kerawanan
pendapatan
ú  Mengurangi kerawanan konsumsi
ú  Meningkatkan konsumsi rumah tangga
ú  Peningkatan kemungkinan
untuk mendapat pendidikan bagi anak-anak
ú  Keparahan kemiskinan dikurangi
ú  Pemberdayaan
ú  Mengurangi pengucilan sosial







Asuransi dan
penjaminan
ú  Peningkatan simpanan pada aset finansial
ú  Mengurangi resiko dan potensi kerugian
ú  Mengurangi tekanan untuk menjual aset
ú  Mengurangi dampak goncangan eksternal
ú  Meningkatkan investasi
ú  Peningkatan pendapatan
ú  Mengurangi kerawanan konsumsi
ú  Peningkatan kemanan dan ketahanan keluarga

   
 Secara spesifik dalam konteks pembangunan ekonomi pedesaan yang masih didominasi oleh sektor pertanian, potensi yang dapat diperankan LKM dalam memacu pertumbuhan ekonomi sangat besar. Setidaknya ada lima alasan untuk mendukung argumen tersebut. Pertama, LKM umumnya berada atau minimal dekat dengan kawasan pedesaan sehingga dapat dengan mudah diakses oleh petani/pelaku ekonomi di desa. Kedua, Petani/masyarakat desa lebih menyukai proses yang singkat dan tanpa banyak prosedur. Ketiga, Karakteristik usahatani umumnya membutuhkan platfond kredit yang tidak terlalu besar sehingga sesuai dengan kemampuan finansial LKM. Keempat, dekatnya lokasi LKM dan petani memungkinkan pengelola LKM memahami betul karakteristik usahatani sehingga dapat mengucurkan kredit secara tepat waktu dan jumlah; dan Kelima, Adanya keterkaitan socio-cultural serta hubungan yang bersifat personal- emosional diharapkan dapat mengurangi sifat moral hazard dalam pengembalian kredit. Secara empiris potensi LKM dalam membantu permodalan masyarakat miskin pedesaan setidaknya telah dibuktikan oleh Proyek Karya Usaha Mandiri yang dilaksanakan oleh Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian, Badan Litbang Pertanian. 
      Dalam skala yang lebih makro, keberadaan LKM di pedesaan dapat menjadi faktor kritikal dalam usaha penanggulangan kemiskinan yang efektif di pedesaan. Menurut Krishnamurti (2003) peningkatan akses dan pengadaan sarana penyimpanan, pembiayaan dan asuransi yang efisien dapat membangun keberdayaan kelompok miskin dan peluang mereka untuk keluar dari kemiskinan, melalui: (1) tingkat konsumsi yang lebih pasti dan tidak befluktuasi, (2) mengelola risiko dengan lebih baik, (3) secara bertahap memiliki kesempatan untuk membangun aset, (4) mengembangkan kegiatan usaha mikronya, (5) menguatkan kapasistas perolehan pendapatannya, dan (6) dapat merasakan tingkat hidup yang lebih baik.

Ringkasan Bab II dan Bab III



BAB II
E – BUSINESS GLOBAL : Bagaimana Bisnis Menggunakan Sistem Informasi

Sistem informasi yang digunakan oleh bisnis, termasuk sistem berdasarkan internet, dan bagaimana sistem ini mendukung proses bisnis inti perusahaan.

-   Proses Bisnis dan Sistem Informasi

Agar dapat beroperasi, bisnis harus berhubungan dengan banyak bagian berbeda dari informasi mengenai pemasok, pelanggan, karyawan, tagihan dan pembayaran, dan tentu saja produk dan jasa mereka. Mereka harus mengelola aktivitas kerja yang menggunakan informasi ini untuk beroperasi dengan efisien dan meningkatkan kinerja keseluruhan perusahaan.

v  Proses Bisnis

Sistem informasi adalah proses meningkatkan bisnis yang terletak pada inti bisnis.
Jadi penting untuk mengerti apa yang dimaksud dengan “ Proses Bisnis “.
Lebih jauh lagi, kinerja perusahaan tergantung kepada seberapa baik proses bisnis dirancang dan dikoordinasikan. Proses bisnis perusahaan dapat menjadi sumber kekuatan kompetitif jika dapat memungkinkan perusahaan untuk berinovasi atau untuk menjalankannya dengan lebih baik dari pesaingnya.

-            Jenis Sistem Informasi Bisnis

Waktunya untuk melihat lebih dekat pada jenis – jenis sistem informasi yang mendukung proses bisnis perusahaan. Faktanya, perusahaan berukuran besar dan menengah memiliki ribuan program komputer dan ratusan sistem yang berbeda. Bahkan perusahaan kecil memiliki kumpulan sistem yang berbeda. Sistem untuk melakukan kampanye e-mail kepada pelanggan. Sistem berdasarkan fungsi bisnis utama dan sudut pandang pilihan yang mengenali sistem sebagai kelompok organisasi
utama yang dilayaninya.
-            Sistem dari sudut pandang fungsional
-            Sistem penjualan dan pemasaran
-            Sistem manufaktur dan produksi
-            Sistem keuangan dan akuntansi
-            Sistem sumber daya manusia



Sistem yang melingkupi perusahaan

Sebuah bisnis dapat mengelola seluruh informasi pada sistem – sistem yang berbeda ini.

·         Aplikasi Perusahaan

Salah satu pemecahan adalah dengan menerapkan aplikasi perusahaan yang merupakan sistem yang melingkupi area fungsional. Berfokus pada menjalankan proses bisnis di dalam perusahaan bisnis termasuk seluruh tingkatan manajemen. Aplikasi perusahaan membantu bisnis untuk menjadi lebih fleksibel dan produktif dengan mengoordinasikan proses bisnis dengan lebih dekat dengan mengintegrasikan proses agar fokus. Dalam pengelolaan sumber daya yang efisien dan pelayanan pelanggan. Ada  4 aplikasi perusahaan utama : sistem perusahaan, sistem manajemen rantai pasokan, sistem pengelolaan hubungan pelanggan, dan sistem pengelolaan pengetahuan.

·         Sistem Perusahaan

Sistem perusahaan ( enterprise system ), yang juga dikenal sebagai sistem perencanaan sumber daya perusahaan ( enterprise resource planning – ERP ), menyelesaikan masalah ini dengan mengumpulkan data dari beragam proses bisnis inti pada manufaktur dan produksi, keuangan dan akuntansi, penjualan dan pemasaran, dan sumber daya manusia dan menyimpan data pada penyimpanan data pusat tunggal. Sistem perusahaan menyediakan informasi berharga untuk meningkatkan pembuatan keputusan manajemen.

·         Sistem Manajemen Rantai Pasokan

Sistem manajemen rantai pasokan ( supply chain management – SCM ) membantu bisnis mengelola hubungan dengan pemasok mereka. Sistem ini menyediakan informasi untuk membantu pemasok, perusahaan pembeli, distributor, dan perusahaan logistik untuk berbagi informasi mengenai pemesanan yang tujuannnya agar efisien.

·         Sistem Manajemen Hubungan Pelanggan

Sistem manajemen hubungan pelanggan : membawa perusahaan mengelola hubungannya dengan pelanggan. Sistem CRM menyediakan informasiuntuk mengoordinasikan seluruh proses bisnis yang berhubungan dengan pelanggan dalam hal penjualan, pemasaran, dan pelayanan untuk mengoptimalkan pendapatan, kepuasan pelanggan dan pemertahanan pelanggan.

·         Sistem Manajemen Pengetahuan

Sistem manajemen pengetahuan ( knowledge management system – KMS ) memungkinkan organisasi untuk lebihbaik dalam mengelola proses pemerolehan dan penerapan pengetahuan dan keahlian.

Aplikasi perusahaan, seperti sistem perusahaan, sistem manajemen rantai pasokan, sistem manajemen hubungan pelanggan, dan sistem manajemen pengetahuan, didesain untuk menunjang koordinasi dan integrasi proses keseluruhan organisasi sehingga organisasi dapat beroperasi secara efisien.

Departemen sistem informasi adalah unit organisasi formal yang bertanggung jawab atas layanan teknologi informasi. Fungsi sistem informasi bekerja sebagai departemen terpisah seperti departemen fungsional - lainnya.

==================================================================================

  
BAB III
Sistem Informasi, Organisasi, dan Strategi

Ciri- ciri dari organisasi yang perlu Anda pahami saat Anda mendesain, membangun, dan menjalankan sistem informasi. Selanjutnya, kita mengulas masalah – masalah yang dihadapi perusahaan dari kompetisi dan berbagai macam cara sistem informasi memberikan Keuntungan yang kompetitif.

1. Organisasi dan Sistem Informasi

Sistem informasi dan organisasi memengaruhi satu sama lain. Sistem Informasi dibangun oleh manajer untuk melayani kepentingan perusahaan. Pada saat yang bersamaan, organisasi harus waspada dan terbuka terhadap pengaruh sistem informasi untuk mendapatkan manfaat dari teknologi baru. Sebagai seorang manajer, Anda akan menjadi orang yang memutuskan sistem apa yang akan dibangun, apa yang dapat dilakukan sistem tersebut, dan bagaimana sistem akan diterapkan.

Apakah Organisasi Itu?

Organisasi ( Organization ) adalah struktur formal yang stabil dan formal yang mengambil sumber daya dari lingkungan dan memprosesnya untuk menciptakan output. Definisi teknis ini berfokus kepada tiga elemen dalam organisasi. Modal dan tenaga kerja adalah faktor produksi utama yang disediakan oleh lingkungan. Organisasi ( perusahaan ) dapat mengubah masukan ini menjadi produk dan jasa pada fungsi produksi. Produk dan jasa dikonsumsi oleh lingkungan untuk pengembalian persediaan input. Perubahan teknologi membutuhkan perubahan pada siapa yang memiliki dan mengendalikan informasi; siapa yang memiliki hak untuk mengakses dan memperbarui informasi; dan siapa yang membuat keputusan mengenai siapa, kapan, dan bagaimana. Pandangan yang lebih rumit ini mendorong kita untuk melihat pada cara kerja dirancang dan prosedur yang digunakan untuk memperoleh output. Definisi teknis dan perilaku organisasi tidak saling berlawanan. Keduanya justru saling melengkapi : Definisi teknis menunjukkan bagaimana ribuan perusahaan pada pasar bersaing dengan menggabungkan modal, tenaga kerja dan TI, dimana model perilaku membawa kita ke dalam perusahaan individual untuk melihat bagaimana teknologi memengaruhi pekerjaan di dalam organisasi. Bagian 3.2 menjelaskan bagaimana setiap definisi organisasi ini dapat membantu menjelaskan hubungan antara sistem informasi dan organisasi diantaranya :
-            Ciri – ciri organisasi
-            Rutinitas dan proses bisnis
-            Politik organisasi
-            Budaya organisasi
-            Lingkungan organisasi
-            Struktur organisasi

2.    Bagaimana Sistem Informasi Mempengaruhi Organisasi Dan Perusahaan
        Sistem informasi telah menjadi alat yang integral, online, dan interaktif yang sangat terlibat pada operasi menit ke menit dan pembuatan keputusan pada organisasi besar. Teori dan konsep dari ekonomi dan sosiologi membantu kita memahami perubahan yang di bawa TI. TI juga secara jelas mempengaruhi biaya dan kualitas informasi dan mengubah nilai ekonomi informasi. Menurut teori biaya transaksi (transaction cost theory), perusahaan dan individu mencari nilai ekonomi dari biaya transaksi, seperti yang mereka lakukan pada biaya produksi.

-          Implikasi Rancangan Dan Pemahaman Sistem Informasi
Untuk memberikan manfaat yang sesungguhnya, system informasi harus dibangun dengan pengertian yang jelas mengenai organisasi di mana system tersebut akan digunakan. Factor organisasi utama yang harus dipertimbangkan ketika merencanakan system yang baru adalah sebagai berikut :
ü  Lingkungan dimana organisasi berfungsi
ü  Struktur organisasi : hierarki, spesialisasi, rutinitas, dan proses bisnis
ü  Budaya dan politik organisasi
ü  Jenis organisasi dan gaya kepemimpinan
ü  Kelompok kepentingan utama yang dipengaruhi oleh system dan sikap dari karyawan yang akan menggunakan system
ü  Jenis tugas, keputusan, dan proses bisnis dimana system informasi dirancang untuk membantunya

3.    Menggunakan system Informasi untuk Mencapai Keunggulan Kompetitif
        Perusahaan yang melakukan dengan lebih baik dari pada yang lain dikatakan memiliki keunggulan kompetitif dari yang lainnya : perusahaan memiliki akses terhadap sumber daya khusus yang tidak dimiliki yang lain, atau mereka mampu menggunakan sumber daya yang tersedia umum dengan lebih efisien – biasanya karena pengetahuan dan asset informasi yang superior. Dalam hal apa pun, perusahaan memiliki kinerja lebih baik pada pertumbuhan pendapatan, profitabilitas, atau pertumbuhan produktifitas (efisiensi), yang pada akhirnya pada jangka panjang semuanya diterjemahkan menjadi penilaian pasar saham yang lebih tinggi daripada pesaingnya.

-          Model Daya Kompetitif Porter
Model yang paling luas penggunaannya untuk mengerti keunggulan kompetitif adalah model daya kompetitif (competitive forces model) Michael Porter, model ini menyediakan pandangan umum terhadap perusahaan, pesaingnya, dan lingkungan perusahaan.

-          Strategi Sistem Informasi Untuk Berhubungan Dengan Daya Kompetitif
Terdapat 4 strategi umum, yang masing-masing sering dimungkinkan dengan penggunaan teknologi dan system informasi : kepemimpinan harga rendah, diferensiasi produk, berfokus kepada peluang pasar, dan menguatkan keakraban pelanggan dan pemasok.

-          Dampak Internet pada Keunggulan Kompetitif
Internet hamper menghancurkan beberapa industri dan mengancam yang lainnya. Internet juga telah menciptakan pasar yang sepenuhnya baru dan membentuk dasar bagi ribuan baru. Karena internet, daya kompetitif tradisional masih bekerja, tetapi persaingan kompetitif menjadi semakin ketat. Teknologi internet berdasarkan standar universal yang dapat digunakan perusahaan mana pun, memudahkan pesaing untuk bersaing pada harga dan untuk pesaing baru untuk memasuki pasar.

-          Model Rantai Nilai Bisnis
Jika tujuan anda adalah untuk mencapai kesempurnaan operasi, dimana anda memulai ? disinilah model rantai bisnis berguna diantaranya sbb :
*Model rantai nilai
    Menekankan aktivitas khusus pada bisnis di mana stratgi kompetitif dpat diterapkan dengan paling baik.
*Aktivitas utama
    Paling terkait secara langsung dengan produksi dan distribusi produk dan jasa perusahaan, yang menciptakan nilai bagi pelanggan.
*Aktivitas pendukung
    Membuat pengiriman aktivitas utama dapat terjadi atas infrastruktur organisasi.

Mengimplementasikan system strategi sering memerlukan perubahan besar organisasi dan transisi dri satu tingkat sosioteknis ke tingkat sosioteknis lainnya. Perubahan semacam itu disebut transisi strategis dan sering sulit dan menyakitkan untuk diraih. Banyak system informasi strategis yang dengan mudah ditiru perusahaan lain sehingga keunggulan strategis tidak selalu dapat dipertahankan.

Sabtu, 10 September 2011

Sistem Informasi Manajemen: Intisari BAB 1, studi kasus " NBA TEAMS MAKE A SLAM DUNK WITH INFORMATION TECHNOLOGY" serta video kasus " Walmart : (Youtube.com, Video “The High Cost of Low Price; 1-10)"


Biodata Mahasiswa

Nama                   :    ANDRI YANTO

N I M                   :    1009200020139 


Angkatan LV / A

Sistem Informasi Manajemen: Intisari BAB 1, studi kasus " NBA TEAMS MAKE A SLAM DUNK WITH INFORMATION TECHNOLOGY" serta video kasus " Walmart : (Youtube.com, Video “The High Cost of Low Price; 1-10)"

Chapter I:
Ringkasan BAB I
‘’Sistem Informasi Manajemen”
Pengertian Sistem informasi Manajemen ( SIM ).
Sistem Informasi Manajemen (SIM) terdiri dari tiga kata yaitu Sistem, Informasi dan Manajemen. Sistem adalah sekumpulan komponen yang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan. Masing-masing komponen memiliki fungsi yang berbeda tetapi tetap dapat bekerja sama. Fungsi sistem yang utama adalah menerima masukan, mengolah masukan, dan menghasilkan keluaran. Agar dapat menjalankan fungsinya ini, sistem harus memiliki komponen-komponen input, proses, keluaran, dan kontrol untuk menjamin bahwa semua fungsi dapat berjalan dengan baik. Informasi adalah data yang sudah diolah sehingga berguna bagi pembuat keputusan. Sedangkan Manajemen adalah sekumpulan orang yang bertugas menjalankan suatu institusi atau lembaga (organisasi, perusahaan, instansi pemerintah). Manajemen bertugas menentukan tujuan lembaga, merencanakan kegiatan untuk satu periode mendatang, dan menjalankan rencana tersebut dengan melibatkan seluruh pihak terkait dalam lembaga tersebut.
(1)   SIM adalah menyeluruh
Manajemen dalam SIM adalah serba melingkupi. Sebuah SIM melingkupi sistem informasi formal maupun informal, manual maupun berkomputer, termasuk juga Sistem Informasi Proyek, Sistem Informasi Perkantoran, Sistem Informasi Intelejen, Sistem Informasi Peramalan, Sistem Informasi Penopang Keputusan, proses data bisnis, dan sistem informasi khusus yang terstruktur.
(2)   SIM adalah terkoordinasi
Komponen SIM tidak dikelola dari satu titik pusat organisasi, ada departemen pengguna, departemen pemroses data, dan fungsi pengolah data yang terpisah. Sedangkan koordinasi SIM dilakukan secara terpusat agar kerja SIM lebih efisien.
(3)   SIM mempunyai Sub-Sistem Informasi
SIM adalah serangkaian Sub-Sistem, atau sistem komponen setengah terpisah yang merupakan bagian dari keseluruhan dan merupakan sistem yang terpadu. 
(4)   SIM terintegrasi secara rasional Sub-Sistem (kumpulan dari sistem yang semi terpisah)
adalah terpadu sehingga kegiatan dari masing-masing saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Integrasi membuat pemrosesan informasi menjadi efisiean dengan cara mengurangi pemrosesan antara (Intermediate Processing) dan peristiwa pemrosesan data yang sama oleh berbagai departemen, dan keuntungan yang menonjol adalah informasi diberikan dengan lebih singkat, lengkap, dan relevan.
(5)   SIM mentransformasikan data ke dalam informasi dengan berbagai cara.
Apabila data diolah dan berguna bagi manajer tertentu untuk tujuan tertentu, maka ia menjadi informasi. Contoh: data biaya untuk organisasi tertentu dapat diringkas menjadi biaya keseluruhan, biaya variabel dan biaya standar.
(6)   SIM meningkatkan produktivitas
SIM mampu melaksanakan tugas rutin seperti penyiapan dokumen dengan efisien, memberikan peringatan dini tentang masalah internal dan ancaman eksternal, mengingatkan adanya berbagai kesempatan, membantu proses manajemen normal, dan mendukung pengambilan keputusan.
(7)   SIM sesuai dengan sifat dan gaya manajer
SIM yang dikembangkan harus mempertimbangkan faktor pengguna (user). Apabila SIM tidak sesuai dengan penggunanya maka SIM tidak efektif atau akan ditinggalkan oleh pengguna.
(8)   SIM menggunakan kriteria mutu yang telah ditetapkan
SIM harus dirancang agar sesuai dengan toleransi terhadap kecepatan, relevansi, dan ketepatan informasi.

Syarat-syarat suatu SIM bermutu adalah:
(1) SIM harus dapat memisahkan antara jenis lingkungan dan penyediaan informasi dengan tingkat kecermatan informasi artinya SIM harus melihat bagian mana yang membutuhkan informasi, jangka waktu keputusan yang diambil, dan pengaruh keputusan yang diambil terhadap organisasi atau perusahaan.
(2) SIM harus tepat dalam pengertian konsisten dengan informasi yang diberikan oleh bagian-bagian lain artinya pengolahan data dari masing-masing bagian harus konsisten sehingga tidak dihasilkan informasi yang bias.
(3) SIM harus mampu memberikan umpan balik (feed back) tentang efisiensi dan efektivitasnya.
(4) SIM harus mampu mengadaptasi tanggapan atas umpan balik dari kinerjanya. Hubungannya dengan poin ketiga artinya SIM dapat diperbarui atau disempurnakan.
(5) Pembagian data yang selektif. Kadang kala beberapa bagian atau manajer membutuhkan informasi yang sama sehingga SIM harus mampu memberikan kelengkapan yang memudahkan pengaksesan informasi oleh berbagai bagian atau manajer. Kelengkapan ini adalah sebuah basis data (database)

Alasan pentingnya mempelajari sistem informasi adalah:
(1) Pengaruh Globalisasi
Globalisasi adalah memudarnya batas-batas negara dalam kepentingan bisnis, pemerintah, dan masyarakat. Dalam kaitannya dengan ini, perusahaan harus mempunyai suatu sistem informasi yang mampu memberikan informasi kepada konsumen tidak hanya di daerahnya tetapi lebih luas.
(2) Perubahan lingkungan bisnis
Saat ini lingkungan bisnis telah berubah, yang dulunya perusahaan hanya memikirkan dirinya sendiri dan menganggap perusahaan lain sebagai pesaing yang harus dikalahkan, sekarang mereka harus mampu bersinergi sehingga dapat saling melengkapi.
(3) Perkembangan dunia industry.
Dunia industri dari waktu ke waktu semakin berubah. Perusahaan harus mampu mengikuti perkembangan tersebut. Sekarang ini dunia informasi didominasi dengan internet sehingga perusahaan harus mampu mengikuti hal tersebut.

Chapter II.
System informasi manajemen dapat memberi banyak masukan positif yang dapat terus mengevaluasi mekanisme perjalanan bagi sebuah lingkungan organisasi manajemen.
Pada artikel berjudul “NBA Teams Make a Slam Dunk With Information Technology” dapat di ambil beberapa intisari atas pentingnya Sistem Informasi di terapkan:
1.      Secara manajemen dapat memberi masukan terhadap:
a.       Pengembangan strategi tim,
b.      Dapat mengevaluasi kelemahan dan kelebihan dari tim.
c.       Control strategi pemain oleh pelatih.
(hal ini dapat dilakukan dengan melihat cuplikan pertandingan yang dissjikan oleh media pendukung seperti live television dan live actually internet system).
2.   Nilai technology yang memberi nilai terhadap analisa perkembangan pemain dan kekuatan yang dimiliki tim, sehingga memberi efek langsung terhadap motivasi dan improvisasi pemain. Hal ini disebabkan oleh mudahnya setiap orang melihat aksi-aksi bintang basket dunia (NBA).
3.      Memberikan peluang khusus terhadap nilai bisnis dan pencitraan yang lebih professional. 

Chapter III:
Walmart Case.. (Youtube.com, Video “The High Cost of Low Price” 1-10)
The High Cost of Low Price
Intisari yang dapat disadur dari tampilan video yang ditampilkan.
Walmart adalah perusahaan retail (hypermarket chain) terbesar di dunia yang memiliki lebih dari 3700 toko di Amerika Serikat dan telah beroperasi di 14 negara. Competitive advantage Walmart yaitu menjual produk bermerk dengan harga yang lebih murah. Walmart menjangkau berbagai lapisan konsumen dengan membagi usahanya menjadi beberapa segmen yaitu walmart discount stores, walmart super center, walmart neigbourhood market, marketside, dan walmart.com.

 (WALMART; The High Cost of Low Price; teaser trailer from: YOUTUBE.COM) 
about video: The High Cost of Low Price; 1-10

Walmart Strategy Untuk mewujudkan “ save money live better“, strategi yang digunakan oleh Walmart yaitu menjual produk bermerek dengan harga rendah melalui penerapan sistem supply chain yang efektif dan efisien yang didukung oleh infrastruktur dan teknologi informasi yang canggih.